Pengertian dan Karakteristik Kepemimpinan Visioner

0

Definisi Kepemimpinan Visioner

Kepemimpinan visioner (visionary leadership) bisa disimpulkan sebagai kapabilitas pemimpin dalam mencipta, merumuskan, mengkomunikasikan, mensosialisasikan, mentransformasikan, dan mengimplementasikan pemikiran-pemikiran ideal yang berasal dari dirinya atau sebagai hasil interaksi sosial di antara bagian organisasi dan stakeholders yang diyakini sebagai cita-cita organisasi di masa depan yang harus dicapai melalui prinsip semua personil.

Kemampuan Umum Pemimpin Visioner atau Visionary Leadership

Seorang pemimpin yang visioner bisa menciptakan visi dan tujuan yang jelas berkenaan dengan pemahaman terkait masa depan yang lebih baik dan usaha-usaha dalam peningkatan mutu yang lebih terarah.

Seorang pemimpin yang visioner umumnya cenderung berpikir kreatif demi masa depan organisasi yang ia pimpin. Kemampuan ini pasti saja didapatkan melalui beragam proses pembelajaran dan juga pengalaman, baik itu secara pendidikan formal maupun informal.

Kemampuan umum pemimpin yang visioner, diantaranya:

  • Merumuskan dan menjual visi dan juga mengelola organisasi secara profesional.
  • Mendapatkan respek dan keyakinan dari anggota group untuk merealisasikan visi yang ditetapkan.
  • Memiliki integritas, kompetensi, konsistensi, loyal dan terbuka.
  • Menstimuli motivasi karyawan untuk membuahkan karya yang inovatif dan kreatif.
  • Mengakomodir ego dan keperluan individu dan juga group demi merealisasikan visi organisasi.
  • Memiliki perhatian kepada anggota dalam usaha untuk membimbing, memberikan nasihat dan penilaian kerja yang adil.
  • Memiliki human skill lterutama dalam usaha untuk memecahkan konflik antar anggota dan juga memiliki kapabilitas oral persuasion.

 

Kemampuan tertentu pemimpin visioner, diantaranya:

  • Difficult Learning: kapabilitas dalam mengidentifikasi problem yang belum diketahui dan belum tersedia pemecahannya.
  • Maximizing Energy: Memaksimalkan kekuatan dalam usaha untuk membuat ketetapan yang memiliki kwalitas melalui mindset yang sifatnya kompromistis.
  • Resonant Simplicity: Logika simpel yang jadi kelebihan dalam sebuah persaingan.
  • Multiple Focus: Memiliki fokus terhadap kegiatan yang strategis maupun non strategis.
  • Mastering Inner Sense: Memiliki prediksi tidak cuma berdasarkan logika dan rasio dari beragam data tetapi terhitung memiliki “intuisi” dari inner sense yang menuntut kepada ketetapan yang cepat dalam kondisi tertentu.

 

Cara Berpikir Orang Bergaya Kepemimpinan Visioner

Seorang yang visioner bisa menciptakan visi yang jelas dan terarah melalui beberapa tahapan sebagai berikut:

  1. Trend Watching: Memprediksi beragam kemungkinan yang ada di masa depan melalui data-data dan juga inner sense yang dimiliki. Melalui tahap pertama ini, pemimpin bisa mendeteksi arah perubahan di masa datang dan juga beragam kesempatan yang tersembunyi sekaligus meminimalkan risiko yang ada.
  2. Envisioning: Perumusan visi berdasarkan pengamatan trend perubahan (hasil dari tahap pertama) yang bakal berlangsung di masa mendatang. Tahapan ini bisa menggambarkan pikiran yang melampaui realitas waktu ini, menciptakan gambaran kondisi yang belum pernah dan yang bakal dicapai di masa mendatang.

 

Ciri Seseorang dengan Gaya Kepemimpinan Visioner atau Visionary Leadership

Ciri khas berasal dari kepemimpinan visioner yang memiliki orientasi visi diantaranya sebagai berikut.

1. Wawasan akan Masa Depan

Para pemimpin yang visioner memiliki pandangan yang jelas akan visi dan tujuan yang bakal dicapai oleh organisasi atau group yang ia pimpin demi perkembangan dan tujuan yang sudah disepakati bersama.

 

2. Keberanian dalam Melangkah

Kepercayaan diri yang tumbuh melalui kematangan visi ini membuatnya menjadi sosok yang tidak sangsi dalam menghadapi risiko. Perhitungan yang cermat, detil dan juga akurat jadi salah satu kemampuannya yang tidak bisa diragukan, dilengkapi lagi dengan inner sense yang tidak semua orang miliki.

Bukan cuma itu, keberanian ini juga dilengkapi dengan wawasan yang luas, agar para pemimpin tipe ini cenderung memiliki keberanian dalam melangkah, sebab sudah membekali otak mereka dengan bacaan dari beragam sumber.

 

3. Kemampuan Mengakomodir dengan Baik

Human skill yang dimiliki seorang pemimpin yang visioner bisa menolongnya dalam melancarkan tujuan yang ia inginkan melalui problem solving akan konflik yang berlangsung di antara tubuh group yang ia pimpin.

 

4. Visi yang Jelas dan Mimpi yang Terealisasi

Perumusan visi yang jelas dan prinsip yang kuat bakal mengarahkan dirinya sekaligus “menghipnotis” para anggota untuk tujuan bersama sehingga mimpi yang dinginkan bisa terwujud.

 

5. Implementasi Visi kepada Aksi

Visi yang dibuat oleh pemimpin yang visioner bukan cuma sebatas slogan dalam awang-awang tetapi bisa diimplementasikan dalam sebuah aksi nyata yang diserap oleh para anggota group sehingga kerja sama dan sinergi pun terjalin.

 

6. Nilai Spiritual yang Kuat

Pemimpin visioner merupakan sosok yang profesional pada keyakinan akan nilai-nilai luhur yang ada di bangsa.

 

7. Relationship yang Efektif

Mampu menjalin interaksi yang efektif dengan beragam kalangan, kolega dan juga bawahan melalui motivasi dan juga nasihat yang diberikan secara natural dan spontan. Pemimpin visioner memiliki pendekatan kemitraan dan menciptakan rasa berbagi visi dan juga makna dengan orang lain. Mereka membuktikan rasa hormat yang lebih besar bagi orang lain dan berhati-hati dalam mengembangkan motivasi tim.

 

8. Inovatif dan Inisiatif

Pikiran yang kreatif melalui setiap paradigma baru dan juga inisiatif dalam melakukan aksi agar bisa memberikan suntikan motivasi dan ide pada anggota untuk mengikuti aksi pemimpin tersebut.

 

9. Integritas Tinggi

Dampak dari cirinya yang menghormati tinggi nilai-nilai spiritual membuat pemimpin yang visioner mewujudkan rasa integritas khusus yang memancarkan kekuatan positif bagi para anggotanya.

 

10. Strategis dan Sistematis

Pemimpin yang visioner bisa membuat perubahan paradigma lama, dan menciptakan strategi yang “di luar kebiasaan”, membuat perubahan kesimpulan konvensional dengan kesimpulan yang lebih sistematis.