Mari Kenali 4 Tari Tradisional Papua yang Cukup Populer

0
Posted in Uncategorized By Admin

Papua berhasil menarik para wisatawan maupun mancanegara dengan keindahan alam yang dimilikinya.

Selain itu, Papua juga memiliki kesenian dan budaya tradisional yang mampu memikat para turis untuk datang melihatnya, salah satu kesenian tersebut yaitu tari tradisional.

Secara umum, tari adat Papua termasuk aset bangsa di bidang kesenian Nusantara yang memiliki ciri khas yang unik.

Bahkan tari tradisional mempunyai makna yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, seperti mengekspresikan emosi dan budaya lokal.

Apa Saja Jenis Tari Tradisional Papua?

Tari tradisional Papua bukan hanya untuk menghibur masyarakat saja, namun setiap tarian pastinya memiliki sejarah, fungsi dan ciri khasnya tersendiri.

Selain tari sajojo yang terkenal luas di penjuru dunia, ada juga beberapa tari lainnya yang terkenal juga, di antaranya yaitu:

1.Tari Aniri

Jenis tari ini berasal dari Kampung koakwa, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat.

Tarian ini menceritakan tentang perasaan cemas seorang anak dari gangguan jin karena ditelantarkan oleh orang tuanya. Jadi nggak heran kalau masakan ini sangat erat kaitannya dengan hal-hal mistis.

2. Tari Orok

Tarian tradisional suku tehit yang tinggal di distrik sawiat, Sorong, Papua Barat yaitu tari orok. Jenis tari ini mempunyai derajat lebih tinggi dari tari tradisional lainnya.

Di mana tentara dan memecatnya berkembang pesat dalam budaya suku bangsa tehit yang tinggal di distrik sawiat.

3. Tari Balengan (Tari Pergaulan)

Tari balengan merupakan tari pergaulan masyarakat yang tinggal di pesisir pantai Nabire Papua (di sekitar teluk Sarera). Tarian ini disebut dengan ande saira (tari kreasi). Awal mulanya, TengahViral ande saira adalah tari yang sering dilakukan saat ritual-ritual adat yang sedang berlangsung.

Misalnya seperti saat pesta cukur rambut dan tindik telinga, tetapi saat ini tari ande saira sering dilakukan untuk menjalin pergaulan keakraban dengan pemuda-pemudi, maka dari tari balengan disebut dengan tari pergaulan.

4. Tari Awaijale Rilejale

Tari awaijale rilejale berasal dari Kabupaten Jayapura, daerah Sentani. Tarian menjelaskan tentang keindahan alam Danau Sentani di waktu senja, saat warganya pulang bekerja dengan menaiki perahu.

Saat adanya pertunjukan tari ini, biasanya penari menggunakan pakaian adat Papua yang dikenal peta malo yang dibuat dari pohon genemo, daun sagu dan kulit kayu.

Seiring berkembangnya waktu, tarian-tarian di atas akan memudar jika tidak dijaga dan dilestarikan. Dengan begitu, sebagai generasi bangsa jagalah budaya dari nenek moyang kita dulu.