Macam-Macam Alat Komunikasi Tradisional

0
Posted in Teknologi By Admin


Macam-Macam Alat Komunikasi Tradisional

1. Asap
Mungkin tak pernah terpikirkan oleh manusia modern bagaimana asap pernah dimanfaatkan leluhur sebagai alat komunikasi tradisional. Dalam buku Dunia Komunikasi dan Gadget, Syerif Nurhakim menuliskan bahwa asap adalah salah satu alat komunikasi tradisional yang digunakan oleh penduduk di sebagian belahan dunia layaknya suku Indian di Amerika, bangsa Yunani, dan para tentara terhadap zaman Cina Kuno. Kepulan asap yang bentuknya unik merupakan penanda bersama arti khusus yang hanya dipahami ke-2 belah pihak, baik pengirim maupun penerima pesan.

Mulanya, asap dianggap sebagai solusi atas keperluan manusia akan komunikasi jarak jauh. Asap dinilai lebih cepat dibandingkan memanfaatkan jasa atau perantara pelari sebagai penyampai pesan.

Sebagai isyarat jarak jauh, asap diteruskan melalui satu menara ke menara yang dituju. Penyampaian pesan bersama asap ini dilakukan secara estafet. Asap dipercayai sanggup menempuh jarak yang jauh dalam pas yang memadai singkat.

Sayangnya, asap sebagai alat komunikasi tradisional punya banyak kelemahan. Salah satu kelemahannya adalah cii-ciri asap yang tidak sanggup bertahan lama, pas penerima pesan harus terus sanggup mengingat kode yang dikirimkan. Kelemahan yang lain terdapat terhadap bentuk kepulan asap yang gampang berubah agar berpotensi sebabkan penerima pesan salah dalam menerjemahkan informasi yang diterima.

 

2. Lukisan Prasejarah

Pada 13 Januari 2021 Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) dan Universitas Griffith Australia mempublikasikan hasil riset kerja mirip dalam jurnal Science Advances bahwa gambar babi yang ditemukan di Leang Tedongnge, Sulawesi Selatan berusia minimum 45.500 tahun. Usia lukisan selanjutnya diketahui melalui metode Uranium-series yang perlu sampel batuan dalam ornamen gua. Lukisan ini apalagi diklaim sebagai lukisan purba tertua di dunia.

Lukisan prasejarah yang kerap ditemukan di gua merupakan salah satu alat komunikasi tradisional yang paling tua. Sebab, lukisan prasejarah adalah penanda kehidupan manusia purba yaitu fase pas manusia belum berevolusi.

Meskipun berisi gambar atau pola yang berbeda pada satu gua dan lainnya, lukisan prasejarah punya karakteristik yang mirip yaitu menggambarkan kehidupan sehari-hari manusia pas itu. Biasanya gambar yang ditemukan adalah rupa binatang yang umumnya merujuk terhadap era berburu, tarian-tarian adat, atau cap tangan.

 

3. Beduk

Beduk merupakan alat komunikasi tradisional yang bentuk dan metode penggunaanya mirip bersama gendang. Beduk terbuat berasal dari kulit lembu atau sapi. Beduk masih kerap ditemukan di halaman depan masjid karena manfaat orisinalnya sebagai alarm salat meskipun udah tergeser bersama pengeras suara.

Meskipun sama bersama kaum muslim, arkeolog Dwi Cahyono berasal dari Universitas Negeri Malang yakin bahwa beduk sesungguhnya udah digunakan oleh manusia prasejarah atau tepatnya sejak zaman perunggu. Salah satu peninggalan terhadap era itu adalah nekara yang dipercaya sebagai awal mula beduk. Nekara yang terbuat berasal dari perunggu ini dipakai pas upacara religius.

 

4. Kentungan

Tak jauh berbeda bersama beduk, kentungan merupakan alat komunikasi tradisional yang metode penggunaanya adalah dipukul. Bahan utama pembuatan kentungan adalah bambu atau kayu begitupun bersama alat pemukulnya. Kentungan orisinal bersifat silinder atau tabung bersama anggota tengah berlubang agar pantulan bunyi yang dihasilkan tambah nyaring. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kentungan dibunyikan untuk membuktikan isyarat pas atau isyarat bahaya atau untuk menyatukan massa.

 

5. Lonceng

Serupa bersama kentungan dan beduk, lonceng adalah alat komunikasi tradisional yang membuahkan suatu bunyi. Lonceng bersifat layaknya cangkir berongga yang terbalik dan berbahan basic logam. Pada anggota berongga terkandung bandul yang menggantung agar bunyi akan dihasilkan berasal dari benturan dua logam yaitu bandul dan badan lonceng.

Sama layaknya kentungan, lonceng digunakan sebagai penanda pas atau untuk mengabarkan sesuatu. Selain itu, lonceng juga ditemui di sebagian area ibadah untuk ritual keagamaan layaknya di wihara, klenteng dan juga gereja.

 

6. Burung Merpati

Catatan sejarah mendapatkan bahwa burung merpati merupakan salah satu alat komunikasi tradisional yang sanggup diandalkan. Unggas yang dikategorikan cerdas ini punya kekuatan ingat yang tajam, kebolehan navigasi yang baik, dan kecakapan untuk lagi lagi ke sangkar asalnya meskipun udah menempuh perjalanan panjang. Ia juga burung yang gampang dilatih.

Pada banyak perang penting, burung merpati bertindak sebagai juru kunci yang menyelamatkan sekaligus mematikan. Sebagai tukang pos, burung merpati bertugas mengantarkan pesan, misi, atau siasat rahasia dalam bentuk surat kepada penerima. Merpati pos sukses menggagalkan sejumlah operasi perang, tapi ia juga sukses mengantarkan kemenangan yang merugikan pihak lawan. Akibatnya, merpati kerap ditarget untuk dibunuh misalnya dianggap berbahaya.

 

7. Batu

Manusia mencoba mencatat moment yang berjalan dalam kehidupan mereka bersama lebih sistematis. Tulisan merupakan solusi berasal dari visi tersebut. Dengan tulisan, informasi akan bertahan lebih lama dan sanggup dipahami oleh pembaca maupun penerus.

Pada era manusia merasa mengenal tulisan, alat komunikasi tradisional merasa berkembang. Manusia pun mencari media yang sanggup digunakan untuk mendokumentasikan postingan mereka. Batu adalah alat komunikasi tradisional yang dianggap kokoh dan gampang dibawa dalam perjalanan jauh oleh pembawa pesan.

Saat mempelajari sejarah, kita sadar bahwa Indonesia punya peninggalan penting bersifat prasasti. Prasasti adalah batu yang yang dibubuhkan deretan postingan tangan manusia yang berisi pengumuman penting.

 

8. Daun Lontar

Daun lontar punya manfaat yang mirip layaknya batu sebagai alat komunikasi tradisional yaitu media untuk mencatatkan informasi. Daun lontar harus dikeringkan lebih-lebih dahulu sebelum saat dibubuhkan goresan tangan. Masa daun lontar sesungguhnya jauh lebih gampang daripada batu, tapi ketahanannya tidak solid layaknya batu.

 

9. Telepon kaleng

Telepon kaleng kerap dijadikan percobaan fisika simple perihal sistem penghantaran bunyi. Alat komunikasi tradisional yang satu ini perlu dua kaleng yang dihubungkan anggota bawahnya bersama seutas benang berukuran 5-10 meter. Pengirim pesan hanya harus berbicara melalui satu sisi kaleng yang terbuka, pas penerima pesan harus mendekatkan sisi kaleng lain yang terbuka ke telinganya.

 

10. Telegraf

Telegraf adalah alat komunikasi tradisional pertama yang merasa memanfaatkan aliran listrik. Telegraf ditemukan oleh seorang penemu asal Amerika Serikat, Samuel F. B. Morse, sejalan bersama pengembangan kode sandi morse yang menjadi bahasa formal telegraf. Meski ditemukan pertama kali terhadap tahun 1837, Samuel Morse baru meraih hak paten telegraf terhadap 20 Juni 1844 sehabis memenangkan pengadilan melawan pendaftar alat mirip berasal dari Inggris yaitu Charles Wheatstone dan William Cooke.

Telegraf kerap disebut sebagai penemuan revolusioner karena menjadi basic bagi pembaruan alat komunikasi yang kini kita gunakan. Melalui transmisi isyarat listrik, telegraf awalannya sanggup mengirimkan pesan sejauh 32 kilometer bersama lebih akurat atau pas sasaran. Pesan yang dikirimkan belum bersifat huruf alfabet melainkan hanya titik dan garis yang dikenal bersama sebutan kode morse. Pada pertumbuhan seterusnya telegraf sanggup menempuh jarak pengiriman pesan lebih jauh lagi.

 

11. Surat

Walaupun dikategorikan sebagai alat komunikasi tradisional, surat masih kerap digunakan hingga sekarang ini. Surat merasa mengenal atau berisi informasi dalam huruf abjad yang umumnya ditulis atau dicetak di atas selembar kertas dan dikirim melalui pos. Surat tradisional perlu stempel pos bersama info harga atau dikenal bersama prangko.

Surat udah digantikan bersama media yang lebih efisien yaitu surat elektronik atau e-mail. Namun, kegiatan surat-menyurat masih tetap eksis digunakan unutk dokumen formal dalam urusan kenegaraan atau bisnis.

 

Kesimpulan

Meskipun terdengar simple dan punya sederet keterbatasan, alat komunikasi tradisional mengemban peran gawat dalam mendukung kehidupan sosial manusia. Alat komunikasi tradisional merupakan perintis dan basic bagi pengembangan alat komunikasi modern. Alat komunikasi yang pas ini kita memanfaatkan adalah hasil berasal dari mematangkan, memperbarui, dan mencampurkan gagasan atau gagasan berasal dari alat komunikasi tradisional.

Alat komunikasi tradisional masih terus dipelajari oleh para ilmuwan dan juga ahli. Hal ini penting untuk terus dilakukan agar kita sanggup sadar kehidupan manusia yang begitu kompleks. Dengan mempelajari peninggalan terdahulu, solusi atau akar masalah yang dialami manusia dewasa ini sanggup dipetakan dan dirumuskan secara tepat.