Cara Menentukan Harga Jual (Harga Pokok Penjualan) dalam Bisnis

0
Posted in Bisnis By Admin

Harga Pokok Penjualan

Bisnis apapun itu yang menjual produk ataupun jasa wajib menentukan harga jual atau yang biasa disebut dengan Harga Pokok Penjualan atau HPP. Harga ini tentunya sudah termasuk dengan keuntungan yang didapatkan oleh produsen ditambah dengan berbagai biaya operasional yang menempel didalam produknya tersebut.

Menurut pengertiannya, Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah total total biaya yang dikeluarkan secara langsung oleh suatu perusahaan untuk memperoleh barang atau jasa yang dijual.

Dengan mengkalkulasi Harga Pokok Penjualan (HPP), produsen bisa tahu besarnya biaya produksi yang akan dikeluarkan oleh perusahaan saat akan memproduksi barang atau jasa termasuk manufaktur. Dalam praktiknya, perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) kebanyakan terdiri atas biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead.

Sebuah perusahaan baik barang ataupun jasa harus menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) dengan tujuan agar bisa mennetukan harga jual produk, mengkalkulasi laba/rugi perusahaan dari penjualan produk, dan untuk melihat realistis atau tidaknya biaya produksi yang diterapkan.

Dalam pratik perhitungannya, menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) pada perusahaan manufaktur sedikit berlainan dengan perusahaan yang membuahkan barang atau jasa. Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) tidak bisa lepas dari cara mengkalkulasi harga pokok produksi karena salah satu komponen dalam rumus harga pokok penjualan adalah Harga Pokok Produksi (HPP).

Nilai barang yang dijual juga termasuk dalam harga proses di mana pada kebanyakan cara mengkalkulasi harga pokok produksi ditentukan pada persediaan awal produk ditambah dengan jumlah harga produksi lalu dikurangi dengan persediaan akhir produk.

Penentuan Harga Pokok Penjualan (HPP) melibatkan semua upah baru langsung, biaya bahan-bahan tambahan, dan biaya-biaya tak diduga lainnya agar sederhananya bisa diartikan bahwa jumlah saldo awal persediaan dan harga pokok barang-barang yang dibeli lalu dikurangi jumlah persediaan akhir pada periode tertentu.

Dewasa ini, perhitungan HPP (Harga Pokok Penjualan) perusahaan dagang atau manufaktur bukanlah sesuatu yang sukar ditengah perkembangan teknologi yang makin modern. Perhitungan HPP (Harga Pokok Penjualan) kini bisa menggunakan software yang memudahkan para pelaku bisnis.

 

Tahap Menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan)

Setidaknya ada 4 tahapan dalam menghitung HPP atau Harga Pokok Penjualan, antara lain:

1. Menghitung Biaya Bahan Baku

Setiap perusahaan yang akan memproses produk tertentu pasti perlu bahan baku yang merupakan bahan yang dibeli dan digunakan untuk membawa dampak produk akhir (barang jadi) yang akan dijual kepada konsumen.

Untuk memperoleh bahan baku tersebut, tentu saja produsen akan mengeluarkan biaya yang lantas disebut sebagai biaya bahan baku, biaya yang keluar untuk memperoleh bahan baku tersebut.

Biaya bahan baku meliputi harga bahan, biaya angkut, biaya penyimpanan dan lain–lain.

Dalam penggolongannya, bahan baku bisa dibedakan menjadi:

  • Bahan baku langsung, yaitu bahan baku yang bisa ditelusuri ke produk akhir yang dihasilkan. Misalnya bahan baku kayu dalam produk furniture dan baja dalam produk mobil.
  • Bahan baku tidak langsung, yaitu bahan baku yang digunakan untuk membuahkan produk akhir, tetapi tidak mudah diidentifikasi dan dialokasikan ke pusat biaya dan juga bukan bagian dari produk jadi. Contoh bahan tidak langsung adalah benang untuk pembuatan baju.

Berikut ini adalah rumus yang digunakan untuk mengkalkulasi biaya bahan baku:

Biaya Bahan Baku = Saldo Awal Bahan Baku + Pembelian Bahan Baku – Saldo Akhir Bahan Baku

 

2. Menghitung Biaya Produksi

Tahapan sesudah itu dalam menghitupan HPP (Harga Pokok Penjualan) adalah menentukan terlebih dahulu biaya produksi. Biaya produksi ini adalah biaya-biaya yang keluar pada proses produksi perusahaan.

Biaya inilah yang sangat membedakan perusahaan manufaktur dengan perusahaan dagang. Biaya produksi dalam perusahaan manufaktur kebanyakan terdiri dari 3 komponen, antara lain:

  • Bahan Baku Langsung, merupakan bahan utama dalam pembuatan barang jadi (produk) yang akan diproduksi dan dijual.
  • Tenaga Kerja Langsung, tenaga kerja yang terlibat dalam proses pembuatan produk yaitu berasal dari pengolahan bahan baku hingga selesai diproduksi.
  • Overhead Pabrik, biaya yang timbul dari suatu proses memproses dalam pembuatan barang jadi.

Dalam mengkalkulasi biaya produksi atau Cost of Good Sold (COGS) dilakukan dengan cara menjumlahkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead.

Berikut ini rumusnya:

Biaya Produksi = Biaya Bahan Baku + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Overhead Produksi

 

3. Cara Menentukan Harga Pokok Produksi

Tahap ketiga adalah menentukan harga pokok produksi dengan cara menjumlahkan biaya produksi dan saldo awal persediaan barang lantas dikurangi saldo akhir persedian barang. Berikut ini adalah rumus yang bisa digunakan:

Harga Produksi = Total Biaya Produksi + Saldo Awal Persediaan Barang – Saldo Akhir Persediaan Barang

 

4. Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP)

Tahap terakhir adalah mengkalkulasi HPP (Harga Pokok Penjualan) dengan cara mengkalkulasi menjumlahkan harga pokok produksi dengan persediaan barang awal lantas dikurangi persediaan barang akhir.

Rumusnya adalah sebagai berikut:

Harga Pokok Penjualan (HPP) = Persediaan Barang Awal + Harga Pokok Produksi – Persediaan Barang Akhir

 

Contoh Soal Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP)

PT SEGARFOOD adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang kuliner. Pada awal bulan Januari, PT SEGARFOOD mempunyai persediaan bahan baku mentah sebesar Rp 50.000.000, bahan 1/2 jadi sebesar Rp 80.000.000, dan persediaan makanan siap jual sebesar Rp 100.000.000.

Untuk proses produksi makanan, di bulan Maret membeli persediaan bahan baku sebesar Rp 8.000.000.000, dengan biaya pengiriman Rp 15.000.000. Selama proses produksi, terdapat biaya pemeliharaan buah-buahan sebesar Rp 10.000.000.

Pada akhir bulan Februari terdapat sisa pemakaian bahan baku mentah sebesar Rp 40.000.000, sisa bahan 1/2 jadi sebesar Rp 10.000.000, dan sisa makanan siap jual sebesar Rp 30.000.000.

Berapakah Harga pokok produksi dari PT SEGARFOOD?

Yuk gunakan 4 bagian dalam mengkalkulasi Harga Pokok Penjualan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya!

 

Tahap 1 (Biaya Bahan Baku)

Saldo Awal Bahan Baku + Pembelian Bahan Baku – Saldo Akhir Bahan Baku

50.000.000 + (100.000.000 + 15.000.000) – 40.000.000 = 125.000.000

 

Tahap 2 (Biaya Produksi)

Biaya Bahan Baku + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Overhead Produksi

(120.000.000 + 30.000.000) + 10.000.000 = 160.000.000

 

Tahap 3 (Harga Pokok Produksi)

Total Biaya Produksi + Saldo Awal Persediaan Barang – Saldo Akhir Persediaan Barang

160.000.000 + 80.000.000 – 10.000.000 = 230.000.000

 

Tahap 4 (HPP)

Persediaan Barang Awal + Harga Pokok Produksi – Persediaan Barang Akhir

230.000.000 + 100.000.000 – 30.000.000 = 300.000.000

Dengan demikian, HPP atau Harga Pokok Porduksi dari PT SEGARFOOD adalah sebesar Rp 330.000.000.

 

Tips Menentukan Harga Pokok Penjualan

Para pengusaha tentu tidak mau melakukan kesalahan dalam menentukan Harga Pokok Produksi yang akan mempengaruhi masa depan dari keberlangsungan bisnis mereka.

Berikut ini beberapa tips yang bisa diterapkan dalam menentukan Harga Pokok Produksi.

1. Ketahui Harga Pokok Produksi Sesungguhnya

Dalam menentukan proses harga sebetulnya dibutuhkan harga pokok produksi yang sesuai dengan beban biaya yang sesungguhnya. Dalam hal ini, penentuan harga dengan proses yang seperti ini bisa berbentuk fleksibel. Jadi jikalau harga bahan baku mengalami kenaikan maka bisa saja biaya produksi juga turut naik. Demikian pula perubahan biaya mungkin saja bisa berjalan pada tenaga kerja dan juga overhead pabrik.

Tak dapat dipungkiri bahwa pembiayaan ini tentunya terjalin pula dengan keadaan lingkungan kurang lebih yang turut berdampak pada proses produksi oleh perusahaan. Dalam praktiknya, proses ini tetap mengacu pada semua biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam melakukan proses produksi. Oleh karena itu, sejak perusahaan melakukan pembelian bahan baku hingga akhirnya menggerakkan proses produksi agar produk siap untuk dijual atau didistribusikan.

 

2. Harga Pokok Produksi Ditentukan di Muka

Selain harga sebetulnya rupanya penentuan harga atau biaya yang wajib dikeluarkan untuk menggerakkan proses produksi di suatu perusahaan juga bisa dilakukan dengan proses ditentukan di wajah seperti yang dilansir dari laman harmony.

Jika diperhatikan dengan lebih detail, sebetulnya proses ini nyaris serupa dengan proses harga sebetulnya karena ke-2 proses ini sama-sama melibatkan elemen penting dalam harga pokok produksi yaitu beban biaya bahan baku dan tenaga kerja dan juga biaya lain yang tidak bisa ditelusuri secara langsung tetapi masih berpengaruh pada proses produksi.

Meski ke-2 proses ini dirasa mirip, tetapi hal mendasar yang membedakan proses ini adalah terdapatnya penentuan harga sejak awal atau di muka. Pada dasarnya proses ini lebih menekankan pada terdapatnya penentuan biaya untuk proses produksi sejak awal. Tentu saja hal ini sangat dipengaruhi oleh terdapatnya rencana oleh perusahaan juga dalam hal proses produksi.

Namun tidak hanya rencana saja yang berdampak langsung pada penentuan harga. Tetapi juga pengambilan keputusan mengenai biaya yang akan disediakan untuk proses produksi. Sistem ini sebetulnya lumayan beruntung karena penentuan biaya di muka bisa lebih mengendalikan biaya yang wajib dikeluarkan untuk melakukan proses produksi. Dengan demikian, pengendalian biaya ini bisa mencegah terjadinya pengeluaran yang berlebihan.